Selasa, 05 April 2011

Tugas Kelompok 2 (Fenomena dan Pembahasan Tentang Psi. Pendidikan, Pendidikan Keluarga, dan Bimbingan Sekolah)

Nama Kelompok :





Fenomena 1: Sekolah Gagal Didik Pelajar


Yaitu mengenai banyaknya masalah tawuran dan pergaulan bebas di kalangan pelajar. Sementara guru BP tidak berfungsi. 


Pembahasan:

Hampir di setiap sekolah terutama di tingkat SLTP maupun SMU/SMK terdapat guru BP, apakah memang guru yang ditunjuk sebagai guru bimbingan dan penyuluhan lulusan program studi Bimbingan dan Penyuluhan atau guru bidang ilmu lainnya yang ditunjuk oleh kepala sekolah untuk menjadi guru bimbingan dan penyuluhan. Terlepas dari itu, yang jelas guru Bimbingan dan Penyuluhan adalah guru yang memiliki tugas yang sama dengan guru bidang studi lainnya, yakni bagaimana upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan. 

Ada 5 fungsi dari bimbingan sekolah:
  1. Pemahaman, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memahami diri dan lingkungannya.
  2. Pencegahan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mampu mencegah atau menghindarkan diri dari berbagai permasalahan yang dapat menghambatperkembangan dirinya.
  3.  Pemeliharaan dan pengembangan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memelihara dan menumbuh-kembangkan berbagai potensi dan kondisi positif yang dimilikinya.
  4. Advokasi, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memperoleh pembelaan atas hak dan atau kepentingannya yang kurang mendapat perhatian.

Jika 5 fungsi ini dapat dijalankan dengan baik tentu tidak akan ada masalah seperti dalam kasus di atas (tawuran, pergaulan bebas). Namun yang menjadi masalah adalah apakah guru BP di sekolah itu dapat berfungsi dengan baik atau tidak. Apakah guru BP dapat menjalankan fungsinya sesuai dengan namanya, bimbingan dan penuluhan, atau hanya sekedar sebagai algojo sekolah.

Menurut kami, harusnya disini peran guru BP dapat membuat siswa menjadi lebih terbuka dengan guru-guru. Sehingga ketika siswa memiliki masalah, entah itu pribadi terhadap teman-teman ataupun masalah dengan pelajaran di sekolah mereka bisa mensharingkan dengan guru BP dan guru BP bisa memotivasi si anak untuk menyelesaikan masalahnya. Dengan demikian emosi yang berlebihan dari siswa dapat dinetralisir sehingga mengurangi tawuran antar siswa dan mencegah adanya tindakan-tindakan yang salah, seperti pergaulan bebas. Di tambah lagi peran guru BP juga bisa memberi penyuluhan tak hanya terhadap anak tapi juga bisa terhadap orang tua dan guru-guru yang lain. Sehingga ketika si anak memiliki masalah orang tua juga bisa menindaklanjuti sebab adanya penyuluhan dan keterbukaan antar guru dan orang tua.

Sumber Pembahasan dan Teori:

Fenomena 2: Lagi, Potret Buram Pendidikan Indonesia

Mengenai pendidikan di Indonesia, yang terkadang hanya berpihak pada orang-orang yang mampu. 

Sumber: 

Pembahasan:

Menurut kami, dalam hal ini orang tua tidak bisa disalahkan. Orang tua tidak bisa berbuat apa-apa karena tidak seorang pun menginginkan ketidakmampuan. Sebenarnya, pendidikan mahal itu hal yang wajar asal pelayanan dan fasilitas sekolah sesuai dengan sejauh mana kata ‘mahal’ itu. Karena tidak selamanya orang pintar berasal dari kalangan mampu. Jadi yang perlu membuka mata itu adalah pemerintah. Sebaiknya pemerintah memperbaiki kebijakan yang ada. Memang ada sekolah gratis pemerintah, namun kualitasnya masih kurang sehingga orang tua yang kurang mampu pun merasa kurang percaya dengan kualitas pendidikannya. Selain itu terkadang sekolah gratis itu tidak benar-benar gratis, masih ada pembayaran ini itu. Pemerintah sudah membuat kebijakan APBN sebesar 20% untuk pendidikan, oleh karena itu dana yang ada hendaknya betul-betul disalurkan untuk kepentingan pendidikan.

Selain itu, orang tua dan anak-anak yang kurang mampu harusnya juga jangan langsung putus asa kalau putus sekolah, anak masih bisa mencari kegiatan lain yang juga mengembangkan kemampuan belajarnya yang pernah ia dapat di SLTP, dalam lingkungan sehari-hari. Karena tiap orang dapat menjadi guru, tiap tempat dapat menjadi sekolah, dan tiap waktu dapat dipakai belajar. Intinya, kita dapat belajar dari siapa saja, di mana saja, dan kapan saja. Tidak hanya sebatas pertemuan belajar-mengajar murid-guru di kelas.

Fenomena 3: Pendidikan dalam Keluarga
 
Mengenai pendidikan dalam keluarga, terutama peran ayah dan ibu. 


Pembahasan:

Pendidikan di keluarga sangat penting. Keluargalah yang pertama kali mengajarkan kita berbagai hal. Keluarga banyak memberi asupan pengajaran yang benar sebagai bekal kita untuk hidup di dunia luar lungkungan keluarga kita. Di keluarga kita dididik bagaimana sopan terhadap orang lain, hormat, bagaimana beretika. Keluarga mampu memotivasi kita dalam belajar, keluarga tempat pengaduan kita. Bagaimana kita mampu bertahan di dunia luar itu disebabkan karena adanya keluarga yang selalu memotivasi kita, mendidik kita untuk bisa mandiri.

Memang tidak semua keluarga mengajarkan bagaimana kita bisa bertahan hidup di dunia luar, kadang ada kelurga yang membirakan anaknya belajar dari lingkungan di luar kelurga. Namun, bagaimanapun pendidikan yang didapat si anak nantinya di luar lingkungan keluarga, entahkah di sekolah, rumah ibadah, teman-teman, pendidikan yang pertama kali kita dapat itu berasal dari keluarga, lebih spesifiknya orang tua.

Peran orang tua dalam mendidik anak di keluarga itu sangat penting. Seperti yang kita ketahui, ada 2 hal yang mempengaruhi kepribadian seorang anak, yaitu faktor nature dan nurture. Faktor nature dalam hal ini tak lain dan tak bukan adalah genetik yang diwariskan oleh ayah dan ibu. Jadi orang tua harusnya lebih tahu bagaimana seharusnya seorang anak yang darah daging nya sendiri, yang mewariskan sebagian sifat nya. Kemudian faktor nurture, dalam hal ini faktor nurture adalah lingkungan si anak dibesarkan. Salah satunya pastinya adalah lingkungan keluarga dan sekitar. Orang tua harusnya sudah tahu bagaimana kondisi rumah mereka dan bagaimana si anak menanggapi situasinya itu. Jadi orangtua juga harus mendidik anak dengan kemampuan mereka.

Di lingkungan keluarga juga komunikasi antara anak dan orangtua itu sangat penting. Selain itu, antar anggota keluarga harus saling melengkapi. Contohnya, peran ibu yang baik bisa mengatasi kekurangan ayah yang jarang di rumah. Bukan berarti peran ayah bisa berkurang, namun ayah harus tetap berperan dalam mendidik anak.

Kamis, 10 Maret 2011

Tahukah Anda..???


Tahukah Anda….?????

Ada 50 kebiasaan sukses, dan Anda bias mengikutinya…
Silahkan dicoba…
J
1.Carilah dan temukan kesempatan di mana orang lain saat orang lain gagal menemukannya.

2.Orang sukses melihat masalah sebagai bahan pembelajaran an bukannya kesulitan belaka.

3.Fokus pada solusi, bukan berkubang pada masalah yang ada.

4.Menciptakan jalan suksesnya sendiri dengan pemikiran dan inovasi yang ada.

5.Orang sukses bisa merasa takut, namun mereka kemudian mengendalikan dan mengatasinya.

6.Mereka mengajukan pertanyaan yang tepat, sehingga menegaskan kualitas pikiran dan emosional yang positif.

7.Mereka jarang mengeluh.

8.Mereka tidak menyalahkan orang lain, namun mengambil tanggung jawab atas tindakan mereka.

9.Mereka selalu menemukan cara untuk mengembangkan potensi mereka dan menggunakannya dengan efektif.

10.Mereka sibuk, produktif, dan proaktif, bukan luntang-lantung.

11.Mereka mau menyesuaikan diri dengan sifat dan pemikiran orang lain.

12.Mereka memiliki ambisi atau semangat.

13.Tahu benar apa yang diinginkan.

14.Mereka inovatif dan bukan plagiat.

15.Mereka tidak menunda-nunda apa yang ada.

16.Mereka memiliki prinsip bahwa hidup adalah proses belajar yang tiada henti.

17.Mereka tidak menganggap diri sempurna sehingga sudi belajar dari orang lain.

18.Mereka melakukan apa yang seharusnya, bukan apa yang mereka mau lakukan.

19.Mereka mau mengambil resiko, tapi bukan nekat.

20.Mereka menghadapi dan menyelesaikan masalah dengan segera.

21.Mereka tidak menunggu datangnya keberuntungan, atau kesempatan. Merekalah yang menciptakannya.

22.Mereka bertindak bahkan sebelum disuruh/ diminta.

23.Mereka mampu mengendalikan emosi dan bersikap profesional.

24.Mereka adalah komunikator yang handal.

25.Mereka mempunyai rencana dan berusaha membuatnya menjadi kenyataan.

26.Mereka menjadi luar biasa karena mereka memilih untuk itu.

27.Mereka berhasil melalui masa-masa berat yang biasanya membuat orang lain menyerah.

28.Mereka tahu apa yang penting bagi mereka dan melakukan yang terbaik yang mereka bisa.

29.Mereka memiliki keseimbangan. Mereka tahu bahwa uang hanya alat, bukan segalanya.

30.Mereka paham betul pentingnya disiplin dan pengendalian diri.

31.Mereka merasa aman karena mereka tahu mereka berharga.

32.Mereka juga murah hati dan baik hati.

33.Mereka mau mengakui kesalahan dan tidak segan untuk minta maaf.

34.Mereka mau beradaptasi dengan perubahan.

35.Mereka menjaga kesehatan dan performa tubuh.

36.Mereka rajin.

37.Ulet

38.Mereka terbuka dan mau menerima masukan dari orang lain.

39.Mereka tetap bahagia saat menghadapi pasang surut kehidupan.

40.Mereka tidak bergaul dengan orang-orang yang salah/ merusak.

41.Mereka tidak membuang waktu dan energi emosional untuk sesuatu yang di luar kendali mereka.

42.Mereka nyaman bekerja di tempat yang ada.

43.Mereka memasang standar yang tinggi bagi diri sendiri.

44.Mereka tidak mempertanyakan mengapa mereka gagal namun memetik pelajaran dari itu semua.

45.Mereka tahu bagaimana harus rileks, menikmati apa yang ada, dan mampu bersenang-senang dalam kecerobohan sekalipun.

46.Karir mereka bukanlah siapa mereka, itu hanyalah pekerjaan.

47.Mereka lebih tertarik pada apa yang efektif ketimbang pada apa yang mudah.

48.Mereka menyelesaikan apa yang telah mereka mulai.

49.Mereka menyadari bahwa mereka bukan hanya makhluk hidup belaka, namun juga makhluk rohani.

50.Mereka melakukan pada yang mereka katakan.

Jadi, apakah ada beberapa kebiasaan yang sudah menjadi bagian dari hidup Anda saat ini?! Jika ada, kembangkan itu, dan tambahkan peluang sukses Anda dengan melakukan yang lain.

Ingat, sukses bukanlah milik orang yang tidak pernah gagal, melainkan milik orang yang tidak pernah menyerah.

Sementara itu,,
ada 20 sifat manusia yang bisa menghancurkan diri sendiri..
antara lain,,
1. Bashful
Sering menghindari perhatian karena malu
2. Unforgiving
Sulit melupakan sakit hati atas ketidakadilan yang dialami, biasa mendendam

3. Resentful
Sering memendam rasa tidak senang akibat tersinggung oleh fakta/khayalannya

4. Fussy
Bersikeras minta perhatian besar pada perincian/hal yang sepele
5. Insecure
Sering merasa sedih/cemas/takut/kurang kepercayaan

6. Unpopular
Suka menuntut orang lain untuk sempurna sesuai keinginannya

7. Hard to please
Suka menetapkan standar yang terlalu tinggi yang sulit dipenuhi oleh orang lain
8. Pessimistic
Sering melihat sisi buruk lebih dulu pada situasi apapun

9. Alienated
Sering merasa terasing/tidak aman, takut jangan-jangan tidak disenangi orang lain

10. Negative attitude
Jarang berpikir positif, sering cuma melihat sisi buruk/gelap setiap situasi
11. Withdrawn
Sering lama-lama menyendiri/menarik diri/mengasingkan diri

12. Too sensitive
Terlalu introspektif/ingin dipahami, mudah tersinggung kalau disalahpahami

13. Depressed
Hampir sepanjang waktu merasa tertekan
14. Introvert
Pemikiran & perhatiannya ditujukan ke dalam, hidup di dalam diri sendiri

15. Moody
Semangatnya sering merosot drastis, apalagi kalo merasa tidak dihargai

16. Skeptical
Tidak mudah percaya, mempertanyakan motif di balik kata-kata
17. Loner
Memerlukan banyak waktu pribadi, cenderung menghindari orang lain

18. Suspicious
Suka curiga/tidak percaya kata-kata orang lain

19. Revengeful
Sadar/tidak sadar sering menahan perasaan, menyimpan dendam, ingin membalas
20. Critical
Suka mengevaluasi/menilai/berpikir/mengkritik secara negatif


Informasi ini saya ambil dari berbagai sumber,,
tak terlepas dari internet...
semoga kita bisa menjadi pribadi sukses dan menyenangkan ya....
:)

Senin, 21 Februari 2011

Teknologi dan Pendidikan


Revolusi Teknologi merupakan salah satu bagian dari masyarakat jaman sekarang ini,  masyarakat informasi, di dunia dimana kita hidup. Jaman dulu penggunaan buku, bolpoin, kertas, surat dan telepon masih berlaku dalam proses pembelajaran (berperan sangat penting). Akan tetapi jaman sekarang, bukan berarti penggunaan alat itu tidak berguna lagi, pola berpikir masyarakat terhadap penggunaan alat-alat itu tidak begitu “wah” lagi. Koneksi ke jaringan internet, sudah mendunia dan membudaya. Bayangkan saja, sekarang ini sekolah dasar pun sudah dilengkapi dengan fasilitas komputer dan jaringan internet.
Sekarang, bila seorang guru masih belum bisa menguasai penggunaan computer, diadakan workshop khusus untuk melatih guru tersebut. Dan dengan kemampuan teknologi yang pesat, seorang guru harus mampu mengikuti perkembangan jaman yang sangat pesat juga.
Berikut ini beberapa cara efektif untuk menggunakan Internet di dalam kelas:

·         Untuk membantu menavigasi dan mengintegrasikan pengetahuan. Internet punga banyak database yang menampung berbagai file tentang berbagai penelitian tentang pendidikan, jadi siswa bisa mencari banyak informasi atau mencari banyak sumber referensi yang berbeda dari berbagai belahan dunia.

·         Mendorong belajar bersama. Internet bisa digunakan sebagai sarana untuk belajar bersama. Internet juga memiliki jaringan yang bisa dipakai sebagai sumber untuk berbagi informasi dari satu orang ke orang lain tanpa terbatas ruang dan waktu.

·         Menggunakan e-mail. Semakin lama, semakin banyak tugas pendidikan yang inovatif menggunakan e-mail. Muruid dapat berkomunikasi dengan pakar lain, sehingga mengurangi beban guru yang seakan-akan menyatakan diri sebagai satu-satunya orang yang mampu memberikan informasi kepada siswa. Siswa juga bisa berkomunikasi dengan siswa yang berasal dari sekolah lain, dengan guru dari belahan negara lain secara mudah. Penggunaan e-mail ini juga sangat membantu siswa yang memiliki jiwa pemalu untuk berkomunikasi secara tatap muka kepada orang lain.

·         Untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman guru. Internet menyediakan satu alamat website yang menyediakan berbagai topik pendidikan secara gratis. Sehingga guru juga bisa mengakses berbagai informasi yang dibutuhkan dalam dunia pembelajaran.


Santrock, John W. (2010). Psikologi Pendidikan. Jakarta: Kencana

Senin, 14 Februari 2011

Tanggapan dan Pandangan Kelompok

Seperti yang kita ketahui, di kota Medan khususnya, selama ini pendidikan dan teknologi bagaikan 2 hal yang terpisah. Pendidikan kebanyakan hanya terbatas di ruangan kelas, sementara teknologi seperti email dan blog masih jarang yang digunakan sebagai media pembelajaran. Kebanyakan email hanya digunakan sebagai alat untuk mendaftar di situs jejaring sosial dan blog hanya digunakan sebagai diary pribadi, itu pun tidak banyak juga yang menggunakannya. 

Padahal seharusnya email dan blog itu dapat juga digunakan untuk menunjang proses belajar mengajar, seperti yang diterapkan pada kami, mahasiswa Psikologi USU 2010. Menurut kami, hal ini sangat baik, karena ada banyak manfaat yang kita terima jika menggunakan email dan blog sebagai media pembelajaran. Di antaranya:
  • Dapat memacu semangat belajar, karena pembelajarannya tidak monoton.
  • Mempermudah dalam mengakses dan berbagi informasi, baik dari atau kepada dosen dan teman.
  • Komunikasi tidak lagi dibatasi ruang dan waktu.
  • Mengajar mahasiswa untuk, mau tidak mau, mempelajari dan akhirnya menguasai teknologi email dan blog itu. 
Melihat pada manfaat di atas, dan masih banyak manfaat lainnya, maka seharusnya dunia pendidikan mulai belajar untuk memanfaatkan teknologi email dan blog sebagai penunjang pembelajaran.

Rabu, 02 Februari 2011

Psikologi Pendidikan part 1

Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang perilaku dan proses mental.
Dan Psikologi Pendidikan adalah salah satu cabang ilmu psikologi yang secara khusus memperhatikan cara atau proses belajar mengajar dan pembelajaran dalam ruang lingkup pendidikan.

Jadi bagaimanakah cara mengajar yang efektif..???
Hal ini membutuhkan dua hal yang utama,
yaitu :
1. Pengetahuan dan Keahlian Profesional

2. Komitmen dan Motivasi

Ad 1. Pengetahuan dan Keahlian Profesional
Guru yang efektif akan menguasai materi pelajaran, dan memiliki kemampuan menyampaikan materi dengan baik.Kemampuan berkomunikasi dengan siswa juga harus baik. Guru yang efektif akan memiliki strategi pengajaran yang baik, dan mempunyai tujuan yang pasti dalam setiap materi yang akan disampaikannya.
Keahlian lain dari seorang guru adalah mampu memanajemen kelas agar tetap aktif dan tidak membosankan. Jadi seorang guru juga perlu memperhatikan respon dari anak didiknya selama proses belajar berlangsung.
Guru yang baik juga akan mampu memotivasi anak didiknya agar lebih giat lagi belajar. Murid lebih tertarik pada suatu hal yang dianggapnya nyata dan bisa dilihat langsung olehnya. Jadi guru juga harus tahu hal-hal apa saja yang bisa memotivasi murid.
Yang juga amat diperlukan dalm mengajar adalah keahlian dalam berbicara, mendengar, mengatasihambatan komunikasi verbal, memahami komunikasi nonverbal dari murud, dan mampu memecahkan konflik secara konstruktif. Keahlian komunikasi bukan hanya penting untuk mengajar, tetapi juga untuk berkomunikasi dengan orangtua murid. Dan yang terpenting adalah murid bisa meniru citra positif dari gurunya.

Ad 2. Komitmen dan Motivasi

Terkadang guru pemula mengatakan bahwa mereka membutuhkan waktu yang lama untuk menjadi guru yang efektif. Beberapa guru, bahkan yang sudah senior sekalipun mengatakan bahwa untuk menjadi guru yang efektif itu bukan karena lama atau tidaknya menjadi seorang guru, tapi lebih kepada kemampuan, komitmen untuk menjadi guru yang efektif, dan motivasi untuk menjadi guru yang efektif. Biasanya, semangat yang menggebu-gebu pada awal pekerjaannya bisa jadi berubah menjadi kejemuan. Seorang guru yang efektif, setiap hari akan membawa sikap positif ketika masuk ke dalam kelas. Sifat-sifat ini akan menular dengan sendirinya dan membantu murid jadi merasa nyaman dalam kelas, dan siap untuk memulai pelajaran.
Dan untuk tetap menjadi guru yang efektif, seringlah melakukan introspeksi terhadap diri Anda sendiri, apakah seorang guru seperti Anda memang sudah layak sebagai guru yang efektif. Mungkin, beberapa guru lain atau guru Anda luar biasa dan menanamkan citra yang positif di mata Anda. Tidak ada salahnya bercermin dari mereka. Tetapi tetap ingat untuk menjadi diri sendiri itu jauh lebih baik.







Daftar Pustaka :

Santrock, John W. (2010). Psikologi Pendidikan. Jakarta: Kencana